bagi anda yang tidak suka baca langsung aja download file nya
download file.doc
Latar Belakang Internet
download file.doc
Latar Belakang Internet
Cikal bakal dari Internet adalah
ARPANET, sebuah jaringan eksperimen milik pemerintah Amerika Serikat berbasis
komunikasi data paket yang didirikan di tahun 1969. Tujuannya untuk
menghubungkan para periset ke pusat-pusat komputer, sehingga mereka bisa bersama-sama
memanfaatkan sarana kompuer seperti disk space, data base dan lain-lain.
Kegiatan ini disponsori oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat, bersama
lembaga yang dinamakan Advanced Research Projects Agency (ARPA) . Diawal
1980-an, ARPANET terpecah menjadi dua jaringan, yaitu ARPANET dan
Milnet (sebuah jaringan militer), akan tetapi keduanya mempunyai
hubungan sehingga komunikasi antaar jaringan tetap dapat dilakukan. Pada
mulanya jaringan interkoneksi ini disebut DARPA Internet, tapi
lama-kelamaan disebut sebagai Internet saja. Di tahun 1986 lahir National
Science Foundation Network (NSFNET), yang menghubungkan para periset di
seluruh negeri dengan 5 buah pusat super komputer. Jaringan ini kemudian
berkembang untuk menghubungkan berbagai jaringan akademis lainnya yang terdiri
atas universitas dan konsorsium-konsorsium riset. NSFNET mulai menggantikan
ARPANET sebagai jaringan riset utama di Amerika. Pada bulan Maret 1990 ARPANET
secara resmi dibubarkan. Pada saat NSFNET dibangun, berbagai jaringan internasional
didirikan dan dihubungkan ke NSFNET. Australia, negara-negara Skandinavia,
Inggris, Perancis, jerman, Kanada dan Jepang segera bergabung. Pada saat ini Internet
terdiri atas lebih dari 15.000 jaringan yang mengelilingi dunia (70 negara
di 7 benua). Sekitar 25 juta orang dapat saling mengirimkan pesan melalui Internet
dan jaringan-jaringan lain terhubung dengannya. Pemakaiannya sudah bukan murni
untuk riset saja, tetapi mencakup kegiatan sosial, komersial (melalui jaringan
antar komersial bernama CIX), budaya dan lain-lain.
Sejarah Internet Indonesia
Sejarah
internet Indonesia dimulai pada awal tahun 1990-an. Saat itu jaringan internet
di Indonesia lebih dikenal sebagai paguyuban network, dimana semangat
kerjasama, kekeluargaan & gotong royong sangat hangat dan terasa diantara
para pelakunya. Agak berbeda dengan suasana Internet Indonesia pada
perkembangannya kemudian yang terasa lebih komersial dan individual di sebagian
aktivitasnya, terutama yang melibatkan perdagangan Internet.
Sejak 1988, ada pengguna awal Internet di Indonesia yang memanfaatkan CIX (Inggris) dan Compuserve (AS) untuk mengakses internet.1992 – Berawal dari BPPT – UI – LAPAN.
Terbentuk Paguyuban – teknologi packet radio sebagai basis untuk network regional.
1994 – Indointernet sebagai ISP komersial pertama.
1996 – paling tidak 20 ISP komersial & 40 ISP menunggu ijin operasi
2004 – Telah lebih dari 20 ISP, dan koneksinya telah bertambah banyak [ dial up, Lease line, ADSL, Cable, Handphone / GPRS, WI FI dan sebagainya ]
2006 – pengembangan web sederhana versi handphone yang dinamapakn WAP
2007 – pengembangan internet connection di jajaran handphone, mulai dari teknologi GPRS, EDGE, 3G
2008 – pengembangan internet super cepat di handphone dengan sebutan HSPDA/disebut juga 3.5 G. RMS Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto, dan Onno W. Purbo merupakan beberapa nama-nama legendaris di awal pembangunan Internet Indonesia di tahun 1992 hingga 1994. Masing-masing personal telah mengkontribusikan keahlian dan dedikasinya dalam membangun cuplikan-cuplikan sejarah jaringan komputer di Indonesia.
Tulisan-tulisan tentang keberadaan jaringan Internet di Indonesia dapat dilihat di beberapa artikel di media cetak seperti KOMPAS berjudul “Jaringan komputer biaya murah menggunakan radio” di akhir tahun 1990 dan awal tahun 1991. Juga beberapa artikel pendek di Majalah Elektron Himpunan Mahasiswa Elektro ITB di tahun 1989.
Inspirasi tulisan-tulisan awal Internet Indonesia datangnya dari kegiatan di amatir radio khususnya di Amateur Radio Club (ARC) ITB di tahun 1986. Bermodal pesawat Transceiver HF SSB Kenwood TS430 milik Harya Sudirapratama (YC1HCE) dengan komputer Apple II milik Onno W. Purbo (YC1DAV) sekitar belasan anak muda ITB seperti Harya Sudirapratama (YC1HCE), J. Tjandra Pramudito (YB3NR), Suryono Adisoemarta (N5SNN) bersama Onno W. Purbo, berguru pada para senior radio amatir seperti Robby Soebiakto (YB1BG), Achmad Zaini (YB1HR), Yos (YB2SV), di band 40m. Robby Soebiakto merupakan pakar diantara para amatir radio di Indonesia khususnya untuk komunikasi data packet radio yang kemudian didorong ke arah TCP/IP, teknologi packet radio TCP/IP yang kemudian diadopsi oleh rekan-rekan BPPT, LAPAN, UI, dan ITB yang kemudian menjadi tumpuan PaguyubanNet di tahun 1992-1994. Robby Soebiakto menjadi koordinator IP pertama dari AMPR-net (Amatir Packet Radio Network) yang di Internet dikenal dengan domain AMPR.ORG dan IP 44.132. Sejak tahun 2000, AMPR-net Indonesia di koordinir oleh Onno W. Purbo (YC0MLC). Koordinasi dan aktivitasnya mengharuskan seseorang untuk menjadi anggota ORARI dan di koordinasi melalui mailing list ORARI, seperti, orari-news@yahoogroups.com.
Di tahun 1986-1987 yang merupakan awal perkembangan jaringan paket radio di Indonesia, Robby Soebiakto merupakan pionir di kalangan pelaku radio amatir Indonesia yang mengaitkan jaringan amatir Bulletin Board System (BBS) yang merupakan jaringan e-mail store and forward yang mengkaitkan banyak “server” BBS amatir radio seluruh dunia agar e-mail dapat berjalan dengan lancar. Di awal tahun 1990, komunikasi antara Onno W. Purbo yang waktu itu berada di Kanada dengan panggilan YC1DAV/VE3 dengan rekan-rekan radio amatir di Indonesia dilakukan melalui jaringan amatir radio ini. Dengan peralatan PC/XT dan walkie talkie 2 meteran, komunikasi antara Indonesia-Kanada terus dilakukan dengan lancar melalui jaringan radio amatir.
Robby Soebiakto berhasil membangun gateway amatir satelit di rumahnya di Cinere melalui satelit-satelit OSCAR milik radio amatir kemudian melakukan komunikasi lebih lanjut yang lebih cepat antara Indonesia-Kanada. Pengetahuan secara perlahan ditransfer dan berkembang melalui jaringan radio amatir ini.
RMS Ibrahim (biasa dipanggil Ibam) merupakan motor dibalik operasional Internet di UI. RMS Ibrahim pernah menjadi operator yang menjalankan gateway ke Internet dari UI yang merupakan bagian dari jaringan universitas di Indonesia UNINET. Protokol UUCP yang lebih sederhana daripada TCP/IP digunakan terutama digunakan untuk mentransfer e-mail & newsgroup. RMS Ibrahim juga merupakan pemegang pertama Country Code Top Level Domain (ccTLD) yang dikemudian hari dikenal sebagai IDNIC [1].
Muhammad Ihsan adalah staff peneliti di LAPAN Ranca Bungur tidak jauh dari Bogor yang di awal tahun 1990-an di dukung oleh pimpinannya Ibu Adrianti dalam kerjasama dengan DLR (NASA-nya Jerman) mencoba mengembangkan jaringan komputer menggunakan teknologi packet radio pada band 70cm & 2m. Jaringan tersebut dikenal sebagai JASIPAKTA dengan dukungan DLR Jerman. Protokol TCP/IP di operasikan di atas protokol AX.25 pada infrastruktur packet radio. Muhammad Ihsan mengoperasikan relay penghubung antara ITB di Bandung dengan gateway Internet yang ada di BPPT di tahun 1993-1998.
Firman Siregar merupakan salah seorang motor di BPPT yang mengoperasikan gateway radio paket bekerja pada band 70cm di tahun 1993-1998-an. PC 386 sederhana menjalankan program NOS di atas sistem operasi DOS digunakan sebagai gateway packet radio TCP/IP. IPTEKNET masih berada di tahapan sangat awal perkembangannya saluran komunikasi ke internet masih menggunakan protokol X.25 melalui jaringan Sistem Komunikasi Data Paket (SKDP) terkait pada gateway di DLR Jerman.
Putu sebuah nama yang melekat dengan perkembangan PUSDATA DEPRIN waktu masa kepemimpinan Bapak Menteri Tungki Ariwibowo menjalankan BBS pusdata.dprin.go.id. Di masa awal perkembangannya BBS Pak Putu sangat berjasa dalam membangun pengguna e-mail khususnya di jakarta Pak Putu sangat beruntung mempunyai menteri Pak Tungki yang “maniak” IT dan yang mengesankan dari Pak Tungki beliau akan menjawab e-mail sendiri. Barangkali Pak Tungki adalah menteri pertama di Indonesia yang menjawab e-mail sendiri.
Suryono Adisoemarta N5SNN di akhir 1992 kembali ke Indonesia, kesempatan tersebut tidak dilewatkan oleh anggota Amateur Radio Club (ARC) ITB seperti Basuki Suhardiman, Aulia K. Arief, Arman Hazairin di dukung oleh Adi Indrayanto untuk mencoba mengembangkan gateway radio paket di ITB. Berawal semangat & bermodalkan PC 286 bekas barangkali ITB merupakan lembaga yang paling miskin yang nekad untuk berkiprah di jaringan PaguyubanNet. Rekan lainnya seperti UI, BPPT, LAPAN, PUSDATA DEPRIN merupakan lembaga yang lebih dahulu terkait ke jaringan di tahun 1990-an mereka mempunyai fasilitas yang jauh lebih baik daripada ITB. Di ITB modem radio paket berupa Terminal Node Controller (TNC) merupakan peralatan pinjaman dari Muhammad Ihsan dari LAPAN.
Berawal dari teknologi radio paket 1200bps, ITB kemudian berkembang di tahun 1995-an memperoleh sambungan leased line 14.4Kbps ke RISTI Telkom sebagai bagian dari IPTEKNET akses Internet tetap diberikan secara cuma-cuma kepada rekan-rekan yang lain. September 1996 merupakan tahun peralihan bagi ITB, karena keterkaitan ITB dengan jaringan penelitian Asia Internet Interconnection Initiatives (AI3) sehingga memperoleh bandwidth 1.5Mbps ke Jepang yang terus ditambah dengan sambungan ke TelkomNet & IIX sebesar 2Mbps. ITB akhirnya menjadi salah satu bagian terpenting
Sejak 1988, ada pengguna awal Internet di Indonesia yang memanfaatkan CIX (Inggris) dan Compuserve (AS) untuk mengakses internet.1992 – Berawal dari BPPT – UI – LAPAN.
Terbentuk Paguyuban – teknologi packet radio sebagai basis untuk network regional.
1994 – Indointernet sebagai ISP komersial pertama.
1996 – paling tidak 20 ISP komersial & 40 ISP menunggu ijin operasi
2004 – Telah lebih dari 20 ISP, dan koneksinya telah bertambah banyak [ dial up, Lease line, ADSL, Cable, Handphone / GPRS, WI FI dan sebagainya ]
2006 – pengembangan web sederhana versi handphone yang dinamapakn WAP
2007 – pengembangan internet connection di jajaran handphone, mulai dari teknologi GPRS, EDGE, 3G
2008 – pengembangan internet super cepat di handphone dengan sebutan HSPDA/disebut juga 3.5 G. RMS Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto, dan Onno W. Purbo merupakan beberapa nama-nama legendaris di awal pembangunan Internet Indonesia di tahun 1992 hingga 1994. Masing-masing personal telah mengkontribusikan keahlian dan dedikasinya dalam membangun cuplikan-cuplikan sejarah jaringan komputer di Indonesia.
Tulisan-tulisan tentang keberadaan jaringan Internet di Indonesia dapat dilihat di beberapa artikel di media cetak seperti KOMPAS berjudul “Jaringan komputer biaya murah menggunakan radio” di akhir tahun 1990 dan awal tahun 1991. Juga beberapa artikel pendek di Majalah Elektron Himpunan Mahasiswa Elektro ITB di tahun 1989.
Inspirasi tulisan-tulisan awal Internet Indonesia datangnya dari kegiatan di amatir radio khususnya di Amateur Radio Club (ARC) ITB di tahun 1986. Bermodal pesawat Transceiver HF SSB Kenwood TS430 milik Harya Sudirapratama (YC1HCE) dengan komputer Apple II milik Onno W. Purbo (YC1DAV) sekitar belasan anak muda ITB seperti Harya Sudirapratama (YC1HCE), J. Tjandra Pramudito (YB3NR), Suryono Adisoemarta (N5SNN) bersama Onno W. Purbo, berguru pada para senior radio amatir seperti Robby Soebiakto (YB1BG), Achmad Zaini (YB1HR), Yos (YB2SV), di band 40m. Robby Soebiakto merupakan pakar diantara para amatir radio di Indonesia khususnya untuk komunikasi data packet radio yang kemudian didorong ke arah TCP/IP, teknologi packet radio TCP/IP yang kemudian diadopsi oleh rekan-rekan BPPT, LAPAN, UI, dan ITB yang kemudian menjadi tumpuan PaguyubanNet di tahun 1992-1994. Robby Soebiakto menjadi koordinator IP pertama dari AMPR-net (Amatir Packet Radio Network) yang di Internet dikenal dengan domain AMPR.ORG dan IP 44.132. Sejak tahun 2000, AMPR-net Indonesia di koordinir oleh Onno W. Purbo (YC0MLC). Koordinasi dan aktivitasnya mengharuskan seseorang untuk menjadi anggota ORARI dan di koordinasi melalui mailing list ORARI, seperti, orari-news@yahoogroups.com.
Di tahun 1986-1987 yang merupakan awal perkembangan jaringan paket radio di Indonesia, Robby Soebiakto merupakan pionir di kalangan pelaku radio amatir Indonesia yang mengaitkan jaringan amatir Bulletin Board System (BBS) yang merupakan jaringan e-mail store and forward yang mengkaitkan banyak “server” BBS amatir radio seluruh dunia agar e-mail dapat berjalan dengan lancar. Di awal tahun 1990, komunikasi antara Onno W. Purbo yang waktu itu berada di Kanada dengan panggilan YC1DAV/VE3 dengan rekan-rekan radio amatir di Indonesia dilakukan melalui jaringan amatir radio ini. Dengan peralatan PC/XT dan walkie talkie 2 meteran, komunikasi antara Indonesia-Kanada terus dilakukan dengan lancar melalui jaringan radio amatir.
Robby Soebiakto berhasil membangun gateway amatir satelit di rumahnya di Cinere melalui satelit-satelit OSCAR milik radio amatir kemudian melakukan komunikasi lebih lanjut yang lebih cepat antara Indonesia-Kanada. Pengetahuan secara perlahan ditransfer dan berkembang melalui jaringan radio amatir ini.
RMS Ibrahim (biasa dipanggil Ibam) merupakan motor dibalik operasional Internet di UI. RMS Ibrahim pernah menjadi operator yang menjalankan gateway ke Internet dari UI yang merupakan bagian dari jaringan universitas di Indonesia UNINET. Protokol UUCP yang lebih sederhana daripada TCP/IP digunakan terutama digunakan untuk mentransfer e-mail & newsgroup. RMS Ibrahim juga merupakan pemegang pertama Country Code Top Level Domain (ccTLD) yang dikemudian hari dikenal sebagai IDNIC [1].
Muhammad Ihsan adalah staff peneliti di LAPAN Ranca Bungur tidak jauh dari Bogor yang di awal tahun 1990-an di dukung oleh pimpinannya Ibu Adrianti dalam kerjasama dengan DLR (NASA-nya Jerman) mencoba mengembangkan jaringan komputer menggunakan teknologi packet radio pada band 70cm & 2m. Jaringan tersebut dikenal sebagai JASIPAKTA dengan dukungan DLR Jerman. Protokol TCP/IP di operasikan di atas protokol AX.25 pada infrastruktur packet radio. Muhammad Ihsan mengoperasikan relay penghubung antara ITB di Bandung dengan gateway Internet yang ada di BPPT di tahun 1993-1998.
Firman Siregar merupakan salah seorang motor di BPPT yang mengoperasikan gateway radio paket bekerja pada band 70cm di tahun 1993-1998-an. PC 386 sederhana menjalankan program NOS di atas sistem operasi DOS digunakan sebagai gateway packet radio TCP/IP. IPTEKNET masih berada di tahapan sangat awal perkembangannya saluran komunikasi ke internet masih menggunakan protokol X.25 melalui jaringan Sistem Komunikasi Data Paket (SKDP) terkait pada gateway di DLR Jerman.
Putu sebuah nama yang melekat dengan perkembangan PUSDATA DEPRIN waktu masa kepemimpinan Bapak Menteri Tungki Ariwibowo menjalankan BBS pusdata.dprin.go.id. Di masa awal perkembangannya BBS Pak Putu sangat berjasa dalam membangun pengguna e-mail khususnya di jakarta Pak Putu sangat beruntung mempunyai menteri Pak Tungki yang “maniak” IT dan yang mengesankan dari Pak Tungki beliau akan menjawab e-mail sendiri. Barangkali Pak Tungki adalah menteri pertama di Indonesia yang menjawab e-mail sendiri.
Suryono Adisoemarta N5SNN di akhir 1992 kembali ke Indonesia, kesempatan tersebut tidak dilewatkan oleh anggota Amateur Radio Club (ARC) ITB seperti Basuki Suhardiman, Aulia K. Arief, Arman Hazairin di dukung oleh Adi Indrayanto untuk mencoba mengembangkan gateway radio paket di ITB. Berawal semangat & bermodalkan PC 286 bekas barangkali ITB merupakan lembaga yang paling miskin yang nekad untuk berkiprah di jaringan PaguyubanNet. Rekan lainnya seperti UI, BPPT, LAPAN, PUSDATA DEPRIN merupakan lembaga yang lebih dahulu terkait ke jaringan di tahun 1990-an mereka mempunyai fasilitas yang jauh lebih baik daripada ITB. Di ITB modem radio paket berupa Terminal Node Controller (TNC) merupakan peralatan pinjaman dari Muhammad Ihsan dari LAPAN.
Berawal dari teknologi radio paket 1200bps, ITB kemudian berkembang di tahun 1995-an memperoleh sambungan leased line 14.4Kbps ke RISTI Telkom sebagai bagian dari IPTEKNET akses Internet tetap diberikan secara cuma-cuma kepada rekan-rekan yang lain. September 1996 merupakan tahun peralihan bagi ITB, karena keterkaitan ITB dengan jaringan penelitian Asia Internet Interconnection Initiatives (AI3) sehingga memperoleh bandwidth 1.5Mbps ke Jepang yang terus ditambah dengan sambungan ke TelkomNet & IIX sebesar 2Mbps. ITB akhirnya menjadi salah satu bagian terpenting
Awal
Internet Indonesia
Berdasarkan
catatan whois ARIN dan APNIC, protokol Internet (IP) pertama dari Indonesia,
UI-NETLAB (192.41.206/24) didaftarkan oleh Universitas Indonesia pada 24 Juni
1988. RMS Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu,
Firman Siregar, Adi Indrayanto, dan Onno W. Purbo merupakan beberapa
nama-nama legendaris di awal pembangunan Internet Indonesia di tahun 1992
hingga 1994. Masing-masing personal telah
mengontribusikan keahlian dan dedikasinya dalam membangun cuplikan-cuplikan
sejarah jaringan komputer
di Indonesia.
Tulisan-tulisan tentang keberadaan jaringan Internet di Indonesia dapat dilihat di beberapa artikel di media cetak seperti KOMPAS berjudul "Jaringan komputer biaya murah menggunakan radio"[1] di bulan November 1990. Juga beberapa artikel pendek di Majalah Elektron Himpunan Mahasiswa Elektro ITB di tahun 1989.
Tulisan-tulisan tentang keberadaan jaringan Internet di Indonesia dapat dilihat di beberapa artikel di media cetak seperti KOMPAS berjudul "Jaringan komputer biaya murah menggunakan radio"[1] di bulan November 1990. Juga beberapa artikel pendek di Majalah Elektron Himpunan Mahasiswa Elektro ITB di tahun 1989.
1. Perkembangan besar Internet pertama
adalah penemuan terpenting ARPA yaitu packet switching pada tahun
1960. Packet switching adalah pengiriman pesan yang dapat dipecah dalam
paket-paket kecil yang masing-masing paketnya dapat melalui berbagai alternatif
jalur jika salahsatu jalur rusak untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Packet switching juga memungkinkan jaringan dapat digunakan secara bersamaan
untuk melakukan banyak koneksi, berbeda dengan jalur telepon yang memerlukan
jalur khusus untuk melakukan koneksi. Maka ketika ARPANET menjadi jaringan
komputer nasional di Amerika Serikat pada 1969, packet switching digunakan
secara menyeluruh sebagai metode komunikasinya menggantikan circuit switching
yang digunakan pada sambungan telepon publik.
2.
Perkembangan
besar Internet kedua yang dicatat pada sejarah internet adalah pengembangan
lapisan protokol jaringan yang terkenal karena paling banyak digunakan sekarang
yaitu TCP/IP (Transmission Control Protocol/ Internet Protocol). Protokol
adalah suatu kumpulan aturan untuk berhubungan antarjaringan. Protokol ini
dikembangkan oleh Robert Kahn dan Vinton Cerf pada tahun 1974. Dengan protokol
yang standar dan disepakati secara luas, maka jaringan lokal yang tersebar di
berbagai tempat dapat saling terhubung membentuk jaringan raksasa bahkan
sekarang ini menjangkau seluruh dunia. Jaringan dengan menggunakan protokol
internet inilah yang sering disebut sebagai jaringan internet. Jaringan ARPANET
menjadi semakin besar sejak saat itu dan mulai dikelola oleh pihak swasta pada
tahun 1984, maka semakin banyak universitas tergabung dan mulailah perusahaan
komersial masuk. Protokol TCP/IP menjadi protokol umum yang disepakati sehingga
dapat saling berkomunikasi pada jaringan internet ini.
3.
Perkembangan
besar Internet ketiga adalah terbangunnya aplikasi World Wide Web pada tahun
1990 oleh Tim Berners-Lee. Aplikasi World Wide Web (WWW) ini
menjadi konten yang dinanti semua pengguna internet. WWW membuat semua pengguna
dapat saling berbagi bermacam-macam aplikasi dan konten, serta saling
mengaitkan materi-materi yang tersebar di internet. Sejak saat itu pertumbuhan
pengguna internet meroket.
Internet
Service Provider Indonesia
Di sekitar tahun
1994 mulai beroperasi IndoNet yang dipimpin
oleh Sanjaya. IndoNet merupakan ISP
komersial pertama Indonesia. Pada waktu itu pihak POSTEL belum
mengetahui tentang celah-celah bisnis Internet & masih sedikit sekali
pengguna Internet di Indonesia. Sambungan awal ke Internet dilakukan
menggunakan dial-up oleh IndoNet, sebuah langkah
yang cukup nekat barangkali. Lokasi IndoNet masih di daerah
Rawamangun di kompleks dosen UI, kebetulan ayah Sanjaya adalah dosen UI. Akses awal di IndoNet mula-mula
memakai mode teks dengan shell account, browser lynx dan email
client pine pada server AIX.
Mulai 1995 beberapa BBS di Indonesia seperti Clarissa
menyediakan jasa akses Telnet ke luar negeri. Dengan memakai remote browser
Lynx di AS, maka pemakai Internet di Indonesia bisa akses Internet (HTTP).
Perkembangan terakhir yang perlu diperhitungkan adalah trend ke arah e-commerce
dan warung internet yang satu & lainnya saling menunjang membuahkan
masyarakat Indonesia yang lebih solid di dunia informasi. Rekan-rekan
e-commerce membangun komunitasnya di beberapa mailing list utama seperti
warta-e-commerce@egroups.com, mastel-e-commerce@egroups.com,
e-commerce@itb.ac.id & i2bc@egroups.com.
Pengguna Awal Internet Lewat CIX dan Compuserve
Sejak 1988, CIX (Inggris) menawarkan jasa E-mail dan Newsgroup. Belakangan menawarkan jasa akses HTTP dan FTP. Beberapa pengguna Internet memakai modem 1200 bps dan saluran telpon Internasional yang sangat mahal untuk mengakses Internet. Sejak 1989 Compuserve (AS) juga menawarkan jasa E-mail dan belakangan Newsgroup, HTTP/FTP. Beberapa pengguna Compuserve memakai modem yang dihubungkan dengan Gateway Infonet yang terletak di Jakarta. Biaya akses Compuserve masih mahal, tetapi jauh lebih murah dari CIX.
Fasilitas yang terdapat di Internet
Seluruh
komputer yang terhubung dalam Internet saling berkomunikasi menggunakan
protokol TCP/IP (Transmision Control Protocol/Internet Protocol), yang
dikembangkan oleh DARPA. Tiga fasilitas/aplikasi utama dari TCP/IP adalah
:
Electronic
Mail/Email/Messaging
Electronic mail atau surat elektronik adalah fasilitas yang paling sering digunakan di Internet. Dengan fasilitas ini seseorang dapat membuat dan mengirimkan pesan tertulis kepada seorang atau sekelompok orang lain yang juga terdaftar di Internet .
Remote
Login
Dengan fasilitas ini seorang dapat mengakses program/aplikasi di komputer lain. Misalnya seorang mahasiswa di universitas A dapat menjalankan aplikasi komputer yang terdapat di universitas B tanpa harus datang ke kampus universitas B apabila komputer di universitas A dan B saling berhubungan menggunakan TCP/IP.
File Transfer
Fasilitas
ini memungkinkan terjadinya pengiriman file dari satu komputer ke komputer
lain. Sebuah file dapat berisi dokumen, grafik, program komputer, bahkan video
maupun suara yang terekam secara digital.
Pelayanan
yang terdapat dalam Internet didasarkan pada tiga fasilitas di atas.
Berbagai komputer yang tergabung dalam Internet akan menyalurkan
surat-surat elektronik yang dikirimkan oleh para pemakainya, beberapa
memberikan program/aplikasi komputer untuk dipakai bersama (misalnya Archie
: Program pencarian arsip/dokumen, Gopher : Sistem menu untuk memudahkan
pencarian informasi di Internet, WAIS(wide Area Information Servers,
game interaktif dan lain-lain), dan banyak yang menyediakan file untuk di
transfer seperti informasi cuaca, harga komoditas pertanian, program-program
komputer, abstrak dokumen, berita-berita mancanegara dan lain-lain. Untuk
mengetahui topik-topik apa saja yang tersedia, beberapa perusahaan telah
menerbitkan Internet Yellow Pages, yang berfungsi seperti Buku telepon.
Akses ke Internet
Untuk
dapat mengakses informasi yang tersedia di Internet, seseorang harus
memiliki komputer (IBM PC/Kompatibel, Macintosh, UNIX), modem (suatu
alat yang mengubah sinyal digital sari komputer menjadi analog untuk
ditransmisikan ke jaringan telepon) dan saluran telepon. Ia harus juga
mendaftarkan diri ke salah satu Internet Access Provider. Pada saat ini
di Indonesia baru terdapat satu provider yaitu PT IndoInternet (ph.
4702889/fax 4702965). Diharapkan di tahun-tahun mendatang jumlahnya dapat
bertambah, mengingat jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar sehingga
potensi pasarnya cukup menarik.
Pada prinsipnya, seseorang yang akan
mengakses informasi di Internet harus menghubungkan komputernya dengan
jaringan Internet melalui modem dan telepon. Yang harus dilakukan ialah
memerintahkan komputernya untuk menelpon suatu nomor tertentu (akan diberikan
oleh Internet Access Provider). Apabila hubungan telah terjadi,
komputernya akan menyatu dengan jaringan Internet , sehingga ia dapat
mengirim surat elektronik, masuk ke komputer lain di Internet, atau
mengambil informasi yang diperlukan dari jaringan Internet.
PT IndoInternet mengenakan biaya pendaftaran Rp 50.000,- dan biaya bulanan sebesar Rp 40.000,- untuk hubungan selama 15 jam/bulan. Seandainya hubungan ke Internet pada bulan tertentu melebihi 15 jam, untuk setiap jam kelebihannya dikenakan biaya Rp 2.000,-. Selain biaya pendaftaran dan bulanan, pelanggan harus juga memperhitungkan biaya telepon (cukup dengan pulsa lokal meskipun data yang di akses berada di luar negeri).
PT IndoInternet mengenakan biaya pendaftaran Rp 50.000,- dan biaya bulanan sebesar Rp 40.000,- untuk hubungan selama 15 jam/bulan. Seandainya hubungan ke Internet pada bulan tertentu melebihi 15 jam, untuk setiap jam kelebihannya dikenakan biaya Rp 2.000,-. Selain biaya pendaftaran dan bulanan, pelanggan harus juga memperhitungkan biaya telepon (cukup dengan pulsa lokal meskipun data yang di akses berada di luar negeri).
Manfaat Internet
Ada banyak manfaat yang dapat
diperoleh apabila seseorang mempunyai akses ke Internet. Berikut ini
hanyalah sebagian dari apa yang tersedia di Internet :
*Informasi
untuk kehidupan pribadi :
Kesehatan,
Rekreasi, Hobby, Pengembangan Pribadi, Rohani, Sosial.
*Informasi
untuk kehidupan profesional/Pekerja :
Sains,
Teknologi, Perdagangan, Saham. Komoditas, Berita Bisnis, Asosiasi Profesi,
Asosiasi Bisnis, Berbagai Forum Komunikasi.
Dan
beberapa manfaat lainnya, seperti :
1. Menambah
Wawasan & Pengetahuan
Sudah barang pasti, internet adalah gudang ilmu dan merupakan tempat untuk menambah wawasan penggunanya. Jika diibaratkan, internet ialah jendela ilmu kedua setelah buku. Seharusnya penggunaan internet ini menjadi perhatian bagi pemerintah, karena masih banyak daerah yang tidak bisa mengakses internet
Sudah barang pasti, internet adalah gudang ilmu dan merupakan tempat untuk menambah wawasan penggunanya. Jika diibaratkan, internet ialah jendela ilmu kedua setelah buku. Seharusnya penggunaan internet ini menjadi perhatian bagi pemerintah, karena masih banyak daerah yang tidak bisa mengakses internet
2. Sebagai
Sarana Hiburan
Selain untuk menambah ilmu, internet juga berfungsi sebagai sarana untuk hiburan. Contohnya, kita dapat bermain game dan menonton video lucu. Khusus untuk main game, janganlah berlebihan. Baik dalam segi jenis game yang dimainkan maupun durasi waktu mainnya. Karena game yang bersifat buruk dan dimainkan dalam durasi yang terlalu lama dapat menggangu konsentrasi serta kesehatan kita.
Selain untuk menambah ilmu, internet juga berfungsi sebagai sarana untuk hiburan. Contohnya, kita dapat bermain game dan menonton video lucu. Khusus untuk main game, janganlah berlebihan. Baik dalam segi jenis game yang dimainkan maupun durasi waktu mainnya. Karena game yang bersifat buruk dan dimainkan dalam durasi yang terlalu lama dapat menggangu konsentrasi serta kesehatan kita.
3. Memudahkan Silaturahmi
Bagi Anda yang sudah lama tidak bertemu kawan lama, sanak saudara ataupun sekadar ingin lebih dekat dengan orang yang Anda kenal. Tak perlu khawatir, semua bisa dilakukan di internet. Berbagai social media seperti Twitter, Facebook, Email, Facebook, Skype dan lain sebagainya bisa Anda manfaat kan untuk bersilaturahmi dengan orang-orang yang Anda kenal ataupun tidak.
Bagi Anda yang sudah lama tidak bertemu kawan lama, sanak saudara ataupun sekadar ingin lebih dekat dengan orang yang Anda kenal. Tak perlu khawatir, semua bisa dilakukan di internet. Berbagai social media seperti Twitter, Facebook, Email, Facebook, Skype dan lain sebagainya bisa Anda manfaat kan untuk bersilaturahmi dengan orang-orang yang Anda kenal ataupun tidak.
4. Dapat
Mencari Info Sesuai Keinginan
Tidak seperti media lainnya misalnya TV, koran, dan yang lainnya. Internet bisa menyajikan informasi yang kita inginkan, mengapa? Karena kita bisa mencari informasi yang dituju sesuai kehendak kita dengan mengetikkan kata kunci di mesin pencari, khususnya Google. Namun tidak semua informasi yang dituju ada, tergantung tersedia atau tidaknya postingan yang disediakan oleh penulis online.
Tidak seperti media lainnya misalnya TV, koran, dan yang lainnya. Internet bisa menyajikan informasi yang kita inginkan, mengapa? Karena kita bisa mencari informasi yang dituju sesuai kehendak kita dengan mengetikkan kata kunci di mesin pencari, khususnya Google. Namun tidak semua informasi yang dituju ada, tergantung tersedia atau tidaknya postingan yang disediakan oleh penulis online.
5. Sebagai
Sarana Dakwah & Tempat Saling Bertukar Ilmu
Kini berdakwak ataupun membagikan ilmu tidak hanya bisa di dunia nyata, di dunia maya pun bisa. Beberapa jejaring social bisa kita gunakan untuk menebar kebaikan terlebih lagi untuk berdakwah. Salah satu Ustadz yang cukup aktif di dunia online untuk berceramah adalah Ustadz Felix Siauw, bagi Anda yang ingin membaca tulisa dakwah beliau di Facaebook, Anda bisa mencarinya sendiri.\
Kini berdakwak ataupun membagikan ilmu tidak hanya bisa di dunia nyata, di dunia maya pun bisa. Beberapa jejaring social bisa kita gunakan untuk menebar kebaikan terlebih lagi untuk berdakwah. Salah satu Ustadz yang cukup aktif di dunia online untuk berceramah adalah Ustadz Felix Siauw, bagi Anda yang ingin membaca tulisa dakwah beliau di Facaebook, Anda bisa mencarinya sendiri.\
6. Menghasilkan
Uang
Mungkin banyak orang yang tidak menyadari bahwa dengan internet pun kita bisa menghasilkan uang. Dan tentunya dengan usaha, tak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak orang yang stress karena masalah ekonomi, tapi ada orang yang sukses karena bisnis online. Beberapa bisnis online yang bisa Anda jalani, contohnya membuka toko online, jasa penulis, program periklanan lewat web, dan masih banyak lagi.
Mungkin banyak orang yang tidak menyadari bahwa dengan internet pun kita bisa menghasilkan uang. Dan tentunya dengan usaha, tak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak orang yang stress karena masalah ekonomi, tapi ada orang yang sukses karena bisnis online. Beberapa bisnis online yang bisa Anda jalani, contohnya membuka toko online, jasa penulis, program periklanan lewat web, dan masih banyak lagi.
7. Sebagai Sumber tambahan Pelajaran Yang belum di
mengerti di Sekolah
Tak selamanya murid selalu mengerti apa yang disampaikan oleh gurunya dan itu pun sering sekali terjadi bahkan itu sering menimpa penulis pribadi, oleh karena itu sering-seringlah mencari informasi bahan pelajaran di Internet agar mengerti apa yang di ajarkan Pak/Bu Guru di Sekolah tadi.
Tak selamanya murid selalu mengerti apa yang disampaikan oleh gurunya dan itu pun sering sekali terjadi bahkan itu sering menimpa penulis pribadi, oleh karena itu sering-seringlah mencari informasi bahan pelajaran di Internet agar mengerti apa yang di ajarkan Pak/Bu Guru di Sekolah tadi.
8. Dapat
Mengubah Hidup
Ini adalah bagia pembahasan secara lebih mendetail. Mengapa dapat mengubah hidup? Ilmu yang kita tekuni yang kita cari di internet tentunya memiliki persepsi makna yang berbede-beda tergantung tema ilmu yang dibahas. Apabila kita mendapatkan ilmu yang berkaitan dengan agama dan bila itu benar-benar menggugah serta menggerakan hati, pasti kita akan melakukan perubaha untuk menjadi insan yang lebih baik lagi.
Ini adalah bagia pembahasan secara lebih mendetail. Mengapa dapat mengubah hidup? Ilmu yang kita tekuni yang kita cari di internet tentunya memiliki persepsi makna yang berbede-beda tergantung tema ilmu yang dibahas. Apabila kita mendapatkan ilmu yang berkaitan dengan agama dan bila itu benar-benar menggugah serta menggerakan hati, pasti kita akan melakukan perubaha untuk menjadi insan yang lebih baik lagi.
PENUTUP
KESIMPULAN DAN SARAN
Satu hal yang paling menarik ialah
keanggotaan Internet tidak mengenal batas negara, ras, kelas ekonomi,
ideologi atau faktor-faktor lain yang biasanya dapat menghambat pertukaran
pikiran. Internet adalah suatu komunitas dunia yang sifatnya sangat
demokratis serta memiliki kode etik yang dihormati segenap anggotanya. Manfaat Internet
terutama diperoleh melalui kerjasama antar pribadi atau kelompok tanpa mengenal
batas jarak dan waktu.
Untuk lebih meningkatkan kualitas
sumber daya manusia di Indonesia, sudah waktunya para profesional Indonesia
memanfaatkan jaringan Internet dan menjadi bagian dari masyarakat
informasi dunia.
Daftar pustaka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar